Identifikasi keberbakatan sepak bola pada siswa sekolah sepak bola hizbul wathan yogyakarta

Wahyu Wibowo Eko Yulianto

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakat siswa Sekolah Sepak Bola Hizbul Wathan (SSB HW) Kota Yogyakarta secara ilmiah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Instrumen penelitian menggunakan tes Identifikasi Keberbakatan Sepak bola APORI. Subjek  penelitian adalah Siswa SSB HW Kelompok Usia (KU) 11-13 tahun yang berjumlah 34 siswa. Teknik analisis data menggunakan sofftware keberbakatan sepak bola dan analisis deskriptif presentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberbakatan siswa SSB HW Kota Yogyakarta KU 11-13 Tahun berada pada sebaran kategori kategori sangat kurang berbakat, kurang berbakat  , cukup berbakat, Berbakat, dan sangat berbakat. Berdasarkan nilai rata-rata nilai yang didapat dapat disimpulkan bahwa  tingkat keberbakatan siswa SSB HW Kota Yogyakarta masuk dalam kategori “Cukup Berbakat”. Hasil ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: Genetik (keturunan), Biologis (gizi dan neurologik), dan Lingkungan (orang tua, latihan dan pelatih)


Keywords


Keberbakatan, Sepak Bola, Sekolah Sepak Bola

References


APORI. (2014). Panduan Identifikasi Bakat Istimewa Olahraga Sepakbola, Bolavoli, Bulutangkis, Pencak Silat. Yogyakarta: Direktorat Pembinaan PK-LK DIKDAS KEMENDIKBUD RI.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Andi offset.

Barreira, D., Garganta, J., Castellano, J., & Anguera, M. T. (2013). SoccerEye: A Software Solution to Observe and Record Behaviours in Sport Settings. The Open Sports Sciences Journal. https://doi.org/10.2174/1875399x01306010047

Davidson, M. (2004). Developing performance character and moral character in youth. In The Fourth and Fifth Rs: Respect and Responsibility.

Doty, J. (2006). Sport building character. Journal of College and Character, 7(3).

Harsuki. (2003). Perkembangan olahraga terkini kajian para pakar. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Haugen, T., & Seiler, S. (2015). Physical and Physiological Testing of Soccer Players: Why, What and How should we Measure? Sportscience Norway. Email. Reviewer: Martin Buchheit.

Idris, M. . (2017). Anak berbakat (Keberbakatan). Jurnal Pendidikan PAUD, 2(1).

Kusnanik, N. W. (2014). Model pengukuran antropometrik, fisiologis, dan biomotorik dalam mengidentifikasi bibit atlet berbakat cabang olahraga sepakbola. Pertemuan Ilmiah Ilmu Keolahragaan Nasional.

Laitano, O., Runco, J. L., & Baker, L. (2014). Hydration science and strategies in football. Sports Science Exchange. https://doi.org/10.1111/j.1747-0080.2007.00199.x

Priya, N., & Santoso, B. (2012). Pengembangan Instrumen Pemanduan Bakat Cabang Olahraga Anggar Menuju Atlet 2022 Instrument Development for Talent Scouting Fencing Athlete Achievement Towards 2022. Tahun.

Rohman, U. (2017). Evaluasi kompetensi pelatih sepakbola usia dini di sekolah sepakbola. Jurnal pendidikan jasmani dan olahraga. https://doi.org/10.17509/jpjo.v2i2.8186

Sudjono, A. (2009). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D, dan Penelitian Pendidikan). Bandung: ALFABETA.

Sukadiyanto. (2002). Teori dan metodologi melatih fisik petenis. Yogyakarta: UNY.

Suntoro, F. (2012). Survey pemanduan bakat atlet cabang olahraga sepak bola pada siswa sekolah dasar kelas V di SD Negeri Karanganyar 01 Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Wangmuba. (2018). Konsep diri.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jope.2.2.47-54

Refbacks

  • There are currently no refbacks.